Sistem Penunjang Keputusan

Klaster Agroindustri berbasis Apel

Teknologi Produk Unggulan

Kelembagaan Rantai Pasok

Kelayakan Usaha

1
Teknologi Produk Unggulan

adalah teknologi yang diterapkan pada produk yang potensial dikembangkan pada suatu wilayah dengan memanfaatkan SDA dan SDM lokal yang berorientasi pasar dan ramah lingkunga sehingga memiliki keunggulan kompetitif dan siap menghadapi persaingan global. Salah satu daerah yang memiliki potensial komoditas unggulan berbahan baku lokal adalah Kota Batu dengan komoditas buah apel (Manalagi, Anna dan Rome Beauty) dengan berbagai produk turunannya (minuman sari apel, keripik apel, dodol apel, tonik apel dan cuka apel). Dalam Sistem Penunjang Keputusan (SPK) ini dinformasikan tentang profil klaster olahan apel menggunakan metode k-means clustering berdasarkan kriteria :
1. kapasitas produksi per bulan
2. lama beroperasi per bulan
3. nilai investasi
4. rata-rata penjualan per bulan
5. jumlah tenaga kerja
6. jumlah asset

2
Kelembagaan Rantai Pasok

adalah stuktural dalam organisasi yang telibat dalam alur proses penyediaan bahan atau produk dari supplier bahan baku, proses produksi dan pemasaran produk untuk olahan berbasis apel di Kota Batu. Dalam klaster agroindustri olahan apel, terdiri atas petani dan pengepul sebagai supplier apel, UKM sebagai pelaku proses produksi olahan apel, retailer dan distributor sebagai pemasar produk olahan apel. Dalam Sistem Penunjang Keputusan (SPK) dilakukan analissi kelembagaan rantai pasok dengan menggunakan metode Interpretive Structural Modelling berdasar elemen kunci / indikator meliputi program, kebutuhan, kendala dan lembaga yang terlibat dalam kelembagaan rantai pasok olahan apel. Pada struktural, terlihat berbagai tingkatan level dimana level kunci (terletak paling bawah) merupakan prioritas utama dan sangat penting untuk kelembagaan rantai pasok.

3
Kelayakan Usaha

adalah analisis dalam perencanaan investasi usaha bisnis apapun. dengan melakukan penilaian terhadap kelayakan investasi yang dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria, diantaranya titik impas (break even point), periode kembali modal (payback period), nilai bersih saat sekarang (net present value), tingkat pengembalian internal (internal rate return), dan analisis sensitivitas melalui simulasi terjadinya peningkatan pada bahan baku.

Penilaian Risiko Kelembagaan Rantai Pasok

Formula Kualitas

4
Penilaian Risiko Kelembagaan Rantai Pasok

adalah tahapan proses untuk melakukan minimasi risiko yang terjadi dalam kelembagaan rantai pasok meliputi identifikasi, pengukuran dan penilaian risiko dengan melibatkan 3 variabel dalam sistem produksi olahan apel yaitu bahan baku, proses produksi dan produk dengan mengguakan metode Fuzzy Failure Mode Effect Analysis.

3
Formula Kualitas

adalah suatu proses penyusunan standar dalam proses produksi olahan apel dengan mengkombinasikan hasil preferensi konsumen dengan metode Indek Efektivitas dan pengujian laboratorium dengan metode Multiple Atribut untuk mendapatkan standar proses produksi olahan apel mengacu pada Standar Kualitas Produk baik SNI SII maupun Codex.

Teknologi Produk Unggulan

Produk Pangan

  • KA

    Keripik Apel

  • MSA

    Minuman Sari Apel

  • DA

    Dodol Apel

Produk Fungsional

  • CA

    Cuka Apel

  • TA

    Tonik Apel

[/vc_column]

Kelembagaan Rantai Pasok

Struktur kelembagaan


  • KA

    Keripik Apel

  • MSA

    Minuman Sari Apel

  • DA

    Dodol Apel

  • CA

    Cuka Apel

  • TA

    Tonik Apel

Model Struktural Elemen Kebutuhan Program


  • KA

    Keripik Apel

  • MSA

    Minuman Sari Apel

  • DA

    Dodol Apel

  • CA

    Cuka Apel

  • TA

    Tonik Apel

Model Struktural Elemen Kendala Program


  • KA

    Keripik Apel

  • MSA

    Minuman Sari Apel

  • DA

    Dodol Apel

  • CA

    Cuka Apel

  • TA

    Tonik Apel

Model Struktural Elemen Tujuan Program

Kelayakan Finansial

Formula Kualitas

alternawplk